Modelbaju's Blog

Kebaya Pengantin

Posted on: Juli 25, 2009

‘Kebaya’ makes triumphant comeback

The Jakarta Post ,  Jakarta   |  Sun, 09/30/2001 7:36 AM  |  Life

By Muara Bagdja

JAKARTA (JP): Popularitas Kebaya naik turun di dunia fashion

Sempat terpinggirkan selama penjajahan Belanda di mana pada saat itu dunia fashion sedang marak dengan budaya barat, tapi meningkat seiring dengan deklarasi kemerdekaan pada tahun 1945.

Wanita di kota besar sering menggunakan kebaya sebagai pakaian sehari-hari, tapi kebaya turun lagi popularitasnya di awal 1960 dan hanya digunakan oleh wanita yang sudah tua di desa hanya pada saat acara tradisional.

Perancang busana Edward Hutabarat membawa kembali blouse menjadi salah satu koleksinya pada tahun 1996 dan memperkenalkannya dalam karyanya Busana Nasional Indonesia. Sejak pada saat itu, blouse menjadi popular, melampaui busana yang telah 1-2 tahun paling popular, mengelolanya secara personal, dibandingkan sebagian besar yang focus  pada busana barat.

Mencapai puncaknya pada akhir 1990, ketika kebanyakan designer atau perancang busana, memperkenalkan koleksi busana kebaya, baik sudah siap dipakai atau menerima pesanan. Menjadi sangat booming, sampai sampai penulis kolom tentang  fashion menjadi sangat lelah mendengar hal tentang kebaya berulang ulang di setiap acara.

Busana menjadi sangat popular jadi tidak hanya terbatas untuk wanita dari kalangan atas saja. Wanita di setiap kalangan dapat pergi ke tukang jahit untuk memesan busana, sebagai contoh, tradisional blouse dibuat dengan lebih gaya sehingga bintang film Desy Ratnasari memakainya pada saat pernikahan pertamanya.

Kebaya menjadi sangat lebih popular belakangan ini ketika penyanyi Krisdayanti menggunakan blouse pada video klip terbarunya dan ditayangkan secara langsung.

Jadi, seberapa besarkah kecintaan wanita sekarang ini pada busana kebaya?

Sangat amat meningkat. Wanita di Malaysia dan Brunie, yang biasanya menggunakan baju kurung, sekarang menggunakan kebaya sebagai busana pernikahan. Kata Nelwan Anwar, perancang busana yang terkenal atas kreasinya membuat busana dari natural fiber.

Eddy Betty sependapat dengan opininya.

“Sekarang, banyak wanita yang memesan kebaya dibandingkan gaun”. Kata Eddy, yang menjadi terkenal sebagai perancang busana yang khusus bergerak di bidang blouse tradisional.

Dia merancang kebaya pengantin dengan adat sunda, mengguankan textiles dari Garut, pada saat pernikahan bintang film Maudy Koesnaedi.

Dan popularitas blouse menyebar ke berbagai khalayak, sebagai bukti semakin banyak etnik Cina yang menggunakannya untuk acara special, seperti pernikahan.

Eddy berkata orang Cina Indonesia biasanya memesan blouse yang sudah dimodifikasi, dipadukan dengan syal dan karangan bunga, untuk pernikahan, sementara untuk resepsinya mereka biasa tetap menggunakan gaun.

Selain menggunakan blouse sebagai busana pernikahan, etnik wanita Cina juga menggunakannya di saat mereka menjadi tamu pada saat resepsi pernikahan.

Wawa yang bekerja sebagai makeup artis, yang pelanggannya termasuk artis ternama dan kalangan atas, menyetujui bahwa pasar kebaya pernikahan pada etnik Cina meningkat.

“Banyak  wanita Cina-Indonesia yang menggunakan kebaya. Sekarang, saya menggunakan kebaya ke berbagai acara jadi orang di sekitar saya dan para pelanggan saya juga tertarik untuk menggunakan kebaya.”

Dia berkata dia memiliki 20 blouse yang diciptakan oleh perancang busana Indonesia dan sering memadukannya dengan sarong untuk busana bekerja di salonnya.

Wawa berkata telah mencapai suatu titik bangga untuk menggunakan blouse dan dia sangat berharap dapat mempengaruhi wanita laiinya untuk mengikuti cara berpakaiannya.

“ Kita sebaiknya menjadi yang pertama menggunakannya, daripada nantinya di “curi” oleh orang lain” dia berkata.

“Saya sering menggunakan kebaya untuk menunjukkan bahwa dengan mengenakan ini. Seseorang dapat terlihat tidak hanya cantik tapi juga muda, karena ketika saya Tanya para wanita kenapa mereka tidak menggunakan kebaya, mereka berkata dengan menganakan itu mereka terlihat keibuan.

Terdapat juga aspek tradisi.

Kebaya merupakan symbol dari kebudayaan local” kata Nelwan, yang menciptakan kebaya pengantin untuk artis seperti Tamara Geraldine, Rina Gunawan, Titi DJ and Inneke Kusherawati.

“Sebenarnya, perempuan kita memiliki kepribadian, kharisma yang tidak terhapuskan ketika mereka berpakaian kebaya. Itulah mengapa mereka mencintai kebaya, karena melengkapi penampilan mereka sebagai perempuan Indonesia. “”

Kaya Akan Variasi

Kebaya sekarang dirancang dengan jauh lebih maju lagi dengan berbagai variasi dibandingkan dengan tahun tahun lalu. Bahan yang digunakan tidak hanya renda, tapi juga dipadukan dengan sequins, border, manik- manik kecil dan corsages.

Eddy, sebagai contohnya, menggabungkan kebaya dengan kain tulle. Nelwan mengaplikasikan hand-painting pada sutra, sama seperti pada blouse sutra yang berwarna merah yang dia ciptakan untuk resepsi pernikahan artis Maudy, hal itu membuat dia selangkah lebih jauh dari tradisi dengan memodernisasi dengan bebreapa modifikasi, termasuk menggunakan border dan dijahit dengan Kristal.

Pemilihan bahan sekarang juga sangat bervariasi, Sebelumnya, sering sekali dipadukan dengan batik, tapi sekarang tenun dan songket.

“Pandangan orang terhadap kebaya telah berubah total, kebaya tidak hanya untuk penjual jamu, sekarang para wanita tidak malu-malu lagi untuk mengenakan kebaya” kata Eddy.

Lebih dari itu, kebaya sekarang dianggap sebagai bagian dari gaun malam karena berbagai modifikasi pada cara mengenakan kebaya, yang dipakai tidak hanya menggunakan kain sarong.

“Kebaya memiliki banyak fungsi. Tergantung pada selera dan acaranya, kebaya dapat dengan mudah dipadukan dengan rok panjang, kain sarong, pakaian pesta atau celana pendek” Lanjut Eddy

Nelwan merasa optimis kalau blouse akan tetap popular.

“Saya pernah mencoba untuk memadukan elemen dari barat dan timur dalam koleksi saya. Saya mengkombinasikan kebaya dengan rok dengan model ballon untuk menyesuaikan dengan trend masa kini” Kata dia.

Dengan semakin banyaknya wanita yang memilih blouse untuk menggantikan gaun atau pakaian lainnya, terdapat beberapa pertimbangan untuk memastikan agar mereka tampil dengan tampilan yang terbaik.

“Yang paling penting ada fitting dari kebaya, yang diperlukan pengukuran yang sesuai agar pas dengan bentuk badan”Kata Nelwan.

“Jika terlalu longgar, maka akan terlihat seperti kebaya pinjaman dan menurunkan kecantikannya. Kebaya sekarang secara umum dihiasi dengan berbagai elemen, oleh karena itu direkomendasikan menggunakan sanggul yang simple, sebagai contoh cepol style. Pemakaian perhiasan juga seharusnya diminimisasi.”

“Perpaduan busana harus harmoni.” Kata Eddy. “Jika saya mengutip perkataan Ibu Nuk Hediyanto, seluruh kebaya adalah serupa seperti bunga. Kebayanya adalah daun bunga, sarong merupakan batangnya dan selendang adalah daunnya. Semuanya harus tampak selaras.”

Silahkan mampir untuk melihat kolesi Model Baju Couple dan Baju Cewe saya di model Baju Couple | Model Baju cewe | Model Baju Cewek

Lihat Artikel yang lain tentang Kebaya Modern

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: