Modelbaju's Blog

“Hunting” Model Baju Koko

Posted on: Juni 5, 2009

“Hunting” Baju Koko Ah…

Memang sih Lebaran enggak harus pakai baju baru, apalagi khusus baju koko. Cuma, kalau dipikir-pikir, apa salahnya sih kita pakai baju koko sewaktu Lebaran, setahun sekali lagi? Hitung-hitung biar suasana Lebarannya makin berasa gitu lo.

A;palagi baju koko pun enggak statis. Jalan-jalan deh ke mal, lihat tuh betapa beragamnya desain, bahan baku, dan warna-warninya. Dari segitu banyak model baju koko, kayaknya enggak mungkin deh kalau enggak ada yang cocok buat lu! Apalagi variasi harganya juga menantang, mulai dari sekitar Rp 50.000 sampai yang ratusan ribu perak.

Buat lu-lu yang mau ber-Lebaran, MuDA sengaja hunting baju koko nih. Sempat pusing gimana cari baju Muslim yang bagus modelnya, tetapi murah harganya? Semoga tulisan ini bisa memberi inspirasi buat lu pada.

Kalau pengin enggak mau susah-susah dan dana bukan batasannya, pergilah ke butik-butik baju Muslim atau ke mal-mal favorit. Tempat seperti itu memang bisa jadi alternatif utama. Atau, kalau lu lebih enggak mau mikir sama malas capek-capek, tinggal teriak sama nyokap atau bokap minta dibeliin. Hiks!

Relatif murah

Kali ini MuDA pengin ngajak lu-lu buat hunting baju murah di ITC yang tersebar di lima wilayah kota di Jakarta. Biar suasananya rada lain, kita sengaja datang ke ITC Mas Cipulir di Jalan Raya Ciledug, yang menjadi sentra grosir pakaian jadi di kawasan selatan Jakarta.

Ternyata, selain harganya yang relatif murah (tak kalah dengan di Tanah Abang lo), barang-barang di ITC juga dipajang rapi dan enggak terkesan murahan. Barang-barang impor juga banyak beredar. Jika kita jeli, sangat mungkin dapat barang unik yang bagus dan enggak ada di tempat lain.

Di tempat itu, harga baju koko awalnya ditawarkan sekitar Rp 110.000. “Hm, harga pasnya berapa Mbak? Rp 50 ribu ya,” MuDA nyoba menawar separuh harga.

“Wah enggak bisa, ya sudah ini saya kasih Rp 90.000,” kata Rina, penjual baju koko di lantai dasar ITC Cipulir Mas.

“Rp 60.000 aja ya,” MuDA coba bertahan dengan gaya ogah-ogahan meski sebenarnya pengin banget sama baju koko yang warnanya unik, pink-dusty. Model baju kokonya berkerah shanghai, lalu pada bagian depannya ada sedikit bordiran yang menghiasi bentuk v-nya.

“Ini model Uje tahun ini lo (si mbak penjual berpromosi pakai nama ustadz yang suka muncul di televisi), banyak dicari anak-anak muda. Model Uje tahun ini ada kerah shanghainya. Kalau tahun lalu baju dia enggak ada kerahnya, langsung belahan bentuk v gitu aja,” tutur Rina mencoba membujuk.

“Hmmm pokoknya maksimal Rp 70.000, kalau enggak boleh ya udah.” MuDA lalu meninggalkan toko itu dan melangkah ke toko lain untuk “provokasi” penawaran harga terakhir.

“Ya udah Rp 80.000 ya? Hmm ya udah sini deh, saya kasih Rp 70.000,” kata Rina menyerah. Horee, duh rasanya kayak abis memenangkan perlombaan. Teman di sebelah pun lalu berbisik, “Kamu sih keburu-buru naikin tawaran, tadi sebenarnya kalau sabar bisa dilepas Rp 60.000,” gerutunya sok menasihati.

Belanja di tempat seperti ITC, kemampuan menawar memang jadi “seni” tersendiri. Pembeli yang cerewet dan berlagak pelit merupakan jodoh serasi bagi penjual yang sok murah hati dan berhati lembut.

Merasa diberi diskon, bagi pembeli, merupakan kepuasan tersendiri. Padahal, taktik memberi ekspektasi yang lebih dari yang diperkirakan pembeli, itu memang kunci sukses Rina dan kawan-kawan. Jadi, pasar bebas benar-benar bisa real time di sini.

Desain dan warna

Bergeser dari kerumunan toko-toko murah meriah, secara enggak sengaja MuDA menemukan satu toko yang menjual produk Preview. Tahu kan, produk yang dibikin perancang busana Itang Yunasz.

Desain, warna, dan bahan yang digunakan memang berbeda kualitasnya. Meski ada yang sama-sama katun, misalnya, “pegangannya” beda. Warna-warna baju koko Preview meski dominan, tetapi masih terasa lembut seperti cokelat muda dan kuning telur.

Roni, si penjaga toko yang menjual rancangan Itang, langsung nyerocos, semua produk itu khusus dibuat untuk menyambut Lebaran tahun ini. “Semua modelnya baru-baru, ini cocok buat anak-anak muda,” katanya.

Jika produk lain bisa ditawar, maka produk Preview dipasang pas Rp 125.000 untuk baju koko dan Rp 135.000 untuk baju Muslimah lengkap dengan kerudungnya. Wah, kalau di sini, kemampuan menawar pun enggak ada gunanya.

“Paling banyak yang ngambil di sini malah anak-anak muda, kebanyakan mereka ambil ukurannya M sama S,” lanjut Roni. Banyak pilihan model dan warna. Desainnya pun tak asal mengikuti “arus” seperti meniru model baju koko Uje.

Tangan gelembung

Desainer Itang Yunasz menekankan, tren rancangan busana Muslim tahun ini tak lepas dari arah fashion yang berlaku di dunia. “Trennya tetap mengikuti dunia, mulai dari gaya siluetnya, bahan, warna, jahitan. Semua itu enggak lepas dari perkembangan dunia. Jadi, ya saya harus mengikuti terus,” katanya.

“Untuk baju Muslim cewek, sekarang banyak pilihan model dengan penekanan pada siluet, sentuhan-sentuhan lipit, jahit tindas, tangan gelembung seperti bubble juga masih disukai,” lanjut Itang.

Warna dominan terang, tetapi tidak mencolok juga masih menjadi tren. “Pilihan warna cenderung lebih pada warna dusty atau vintage. “Misalnya warna hijau dusty atau cokelat dengan berbagai gradasi warna ke arah yang lebih muda. Warna-warna semacam itu masih menarik untuk tahun ini,” katanya.

Tetapi hiasan banyak payet untuk baju Muslim belakangan sudah tak banyak diminati. Sebagai penggantinya adalah batu-batuan dari plastik dengan ukuran relatif besar, mengesankan berani dan percaya diri. Katanya sih cocok buat kalian putih abu-abuers.

Untuk baju koko, fokus pencarian lebih pada motif aksennya agar tampil beda. Aksen baju koko enggak lagi terfokus pada bagian leher dan dada. Model leher bisa bulat, segi tiga, atau bentuk tribal dengan kombinasi bordir bersentuhan kerancang.

Jadi, banyak kan baju yang bisa lu pilih buat Lebaran yang sudah di depan mata…. (AMIR SODIKIN)

Silahkan mampir untuk melihat kolesi Model Baju Couple dan Baju Cewe saya di model Baju Couple | Model Baju cewe | Model Baju Cewek

Lihat Artikel yang lain tentang : Gaun Pesta, Motif Batik, dan Kebaya Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: